Fogging Kurang Efektif Berantas DB




Melakukan pengendalian demam berdarah merupakan tugas kita bersama. Bukan hanya petugas kesehatan di puskesmas atau rumah sakit, namun masyarakat lah yang berperan sangat besar untuk melakukan hal ini.

Seperti dalam posting yang lalu tentang demam berdarah, telah diketahui tugas para terdidik yang bekerja pada sektor kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit dalam penanganan demam berdarah. Terkait hal itu, kita kali ini akan membahas janji admin untuk memberitahukan informasi bahwa “Fogging itu Tidak Efektif” dalam pemberantasan nyamuk demam berdarah.

Lantas mengapa?

Hal yang melatarbelakangi admin posting informasi ini adalah terjadinya sebuah pola yang salah ang disukai oleh masyarakat kita. Yaitu adanya fogging untuk demam berdarah. Masyarakat akan senang jika ada fogging yang dilakukan di wilayah mereka karena mungkin akan membabat habis nyamuk penyebab penyakit Dengue ini.
Memang benar, fogging akan mematikan nyamuk demam berdarah. Kandungan yang ada dalam tangki alat fogging merupakan insektisida (pembunuh serangga) dicampur dengan solar, dengan perbandingan 1 : 10 (Depkes, 2005). Menggunakan mesin motor biasa yang berbahan bakar bensin, solar dijadikan asap yang kemudian dicampurkan dengan insektisida akan memberikan efek Knock Down bagi nyamuk. Diharapkan nyamuk yang terpapar/terkena asap fogging ini akan mati dalam 24 jam.

Karena efek mematikan pada serangga, serangga yang bukan berjenis nyamuk akan ikut mati apabila rentan terhadap dosis yang sama. Mati nya serangga selain nyamuk ini akan menyebabkan ketidakseimbangan jaring makanan. Hewan serangga kecil yang menjadi makanan bagi hewan yang lebih besar akan mati, dan sang pemangsa tidak mendapatkan makanan. Itu contoh kecil nya saja. Belum lagi efek asap yang diprediksi dapat menyebabkan masalah kesehatan meskipun dosisnya masih aman bagi manusia.

Melakukan fogging yang tidak sesuai dengan prosedur sesuai dari dinas kesehatan akan menyebabkan nyamuk resistensi. Nyamuk akan kebal dengan fogging sehingga cara ini tidak akan membunuh nyamuk. Prosedur dilakukannya fogging yaitu dilakukannya Penyelidikan Epidemiologi di wilayah kasus, melihat apakah ada suspect disekitar kasus, apakah ada kasus lagi dalam rentang seminggu dan lainnya yang harus dipenuhi kriterianya.

Fogging akan membunuh nyamuk dewasa saja, tidak akan membunuh nyamuk pada fase jentik dan larva. Maka dari itu, PSN atau pemberantasan sarang nyamuk sangat penting dilakukan karena dapat membunuh nyamuk dalam 2 fase sekaligus yang telah disebutkan.
Semoga info ini bermanfaat ya ... Stay tune

Referensi
Departemen Kesehatan RI, (2005). Rencana Strategi Departemen Kesehatan. Jakarta: Depkes. RI

0 Response to "Fogging Kurang Efektif Berantas DB"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel