Produk Makanan Hewani Adalah Pemicu Kanker


Secara umum tubuh kita membutuhkan berbagai zat yang terkandung dalam makanan. Tentunya zat tersebut akan diolah tubuh menjadi sumber energi, pertumbuhan, dan penghidupan. Zat ini ada yang bisa kita produksi dalam tubuh sendiri namun ada juga yang harus kita dapatkan dari luar tubuh. Ada juga zat yang ada dalam tubuh kita bisa dihasilkan dengan bantuan dari zat atau perlakuan dari luar tubuh.

Jika kita membahas semua zat itu, maka akan banyak sekali pembahasan yang muncul disini, dan bahkan bisa menjadi kuliah kedokteran. Tetapi dengan mempelajari beberapa maka hal tersebut akan membuat kita mengerti. Pembahasan kita persempit ke bagian hasil/produk olahan hewani.

Produk hewani merupakan salah satu sajian yang sering menghiasi meja makan kita. Terdapat susu, daging sapi, kambing, ayam dan kawan-kawannya. Terutama daging sapi dan susu yang merupakan olahan dari sapi. Bahkan umat muslim sedunia bisa dipastikan mengkonsumsi olahan daging sapi dan kawannya setiap tahun dalam perayaan agama mereka. Kandungan zink, vitamin (B6 dan B12), omega 3, niasin, riboflavin, dan lain sebagainya dan tentunya yang paling terkenal adalah kandungan lemak. Sebagai salah satu zat yang penting dalam pembentukan dan penyimpanan energi dalam tubuh manusia, lemak sering dikatakan menjadi penyebab terjadinya obesitas. Benarkah? Kalian bisa lihat artikel kita ini untuk melihat lebih jauh penyebab obesitas. Namun bukan obesitas yang akan dibahas di artikel ini.

Produk olahan daging sapi banyak, steak, rendang, sate, dan lain sebagainya yang admin nggak mau nyebutin semua. Selanjutnya adalah susu sapi, yang disterilkan maupun diolah menjadi yang lebih memiliki daya jual. Produk tersebut ditengarai merupakan pemicu penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan kanker. Masalah kesehatan tersebut dapat kita lihat secara umum di masyarakatnya. Pelajaran penting yang kita dapat terkait kasus yang paling banyak terjadi di masyarakat dikaitkan dengan kesehatannya. Sejarah mencatat kasus penyakit kardiovaskuler di norwegia sangat unik (1).

Pada saat norwegia menjadi sebuah negara yang tidak dijajah sebelumnya, tahun 1927-1940. Angka penyakit yang berhubungan dengan peredaran darah seperti jantung, penyakit kolesterol, stroke dan kawan kawan terus meningkat dari tahun ke tahun. Ketika jerman datang menjajah, otomatis segala sumber daya yang ada dikuasai oleh penjajah sehingga terjadi paceklik disana. Dan karena adanya penjajahan, mereka tidak bisa mengkonsumsi olahan daging, susu sebanyak biasanya. Kondisi makanan nasional mereka terkait produk hewani tidak terpenuhi. Rekam medis mencatat terjadi penurunan kasus penyakit tersebut. Dan ketika norwegia merdeka, jerman telah pergi, terjadi kenaikan kasus penyakit kardiovaskuler kembali yang semakin tinggi.


Tentunya, sejarah diatas unik dan menjadi pelajaran terkait penyakit. Sejarah telah terjadi, namun kita perlu melihat fakta-fakta terbaru kejadian diatas. Jika kita melihat buku yang diterbitkan oleh Institut Penelitian Kanker Amerika, produk olahan daging (daging merah) meningkatkan resiko beberapa kanker (2). Kematian dan resiko kanker lain juga ditunjukkan banyak jurnal terpercaya diantaranya penyakit kanker saluran esofagus (3), payudara (4), liver (5) dan lain-lainnya.

Memang pembahasannya kelihatan ngeri ya. Jangan berlebihan mengkonsumsi produk olahan hewani yang disebutkan diatas ya, dan stay tune...


Sumber:
1. https://www.karger.com/Article/Pdf/173841
2. Zaynah A, dkk. Am J Clin. 2014
3. Cross AJ, dkk. Am J Gastroenterol. 2011 Maret
4. Ferrucci LM, dkk. Br J Cancer. 2009 Juli
5. Freedman ND, dkk. J Natl Cancer Inst. 2010 Sep




Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Produk Makanan Hewani Adalah Pemicu Kanker"

Post a Comment

Posting Terbaru

WhatsApp Masih Update Di Windows Store

Whatsapp jadi satu satunya aplikasi yang masih update di Windows Store. Setelah melaunching Windows Lumia terbarunya di tahun 2015, Perl...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel